Selasa, 18 Oktober 2016

KARYA TULIS ILMIAH

Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian dan pengetahuan orang lain. Dalam literatur lain, disebutkan bahwa karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Atau ada juga yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan kriteria ilmiah. (Maizuddin M. Nur, 2010).
Cara Menulis Karya Ilmiah
Numpang 
Dalam menulis karya ilmiah, ada beberapa langkah-langkah singkat cara penulisan karya ilmiah, sebagai berikut :
  • Pemilihan Topik/Masalah untuk Karya Ilmiah : merumuskan tujuan, menentukan topik
  • Mengidentifikasi Pembaca Karaya Ilmiah
  • Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
  • Melakukan Pengumpulan informasi untuk penulisan Karya Ilmiah, bisa lewat perpustakaan (buku), wawancara, atau media online seperti internet.
  • Melakukan proses penulisan karya ilmiah berdasarkan data/informasi yang sudah dikumpulkan.
Dalam Proses penulisan ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti di bawah ini :
Tahap Pra Penulisan
1.  Pemilihan dan pembatasan topik
2.  Merumuskan tujuan
3.  Mempertimbangkan bentuk karangan
4.  Mempertimbangkan pembaca
5.  Mengumpulkan data pendukung
6.  Merumuskan judul
7.  Merumuskan tesis
8.  Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline
Pemilihan Topik
# Apa yang akan kita tulis?
# Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
# Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
#  Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.
Tahap Penulisan Draf
Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar.
Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek  mekanik.
Tahap Revisi
Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.
Tahap Penyuntingan
Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.
Tahap Publikasi
Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain.
Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju.
Contoh Karya Ilmiah
Nah setelah mengetahui cara menulis karya ilmiah, langkah langkah penulisan karya ilmiah serta hal hal yang harus diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah, selanjutnya saya akan memberikan beberapa contoh karya ilmiah. Silahkan dilihat di bawah ini :
Contoh Karya Tulis Ilmiah Pendidikan
“Judul Karya Ilmiah : Menumbuhkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran”


A. Pendahuluan
Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. S.C. Utami Munandar (1985:11) menyatakan bahwa minat dapat juga menjadi kekuatan motivasi. Prestasi seseorang selalu dipengaruhi macam dan intensitas minatnya. Minat menimbulkan kepuasan. Seorang anak cenderung untuk mengulang-ulang tindakan-tindakan yang didasari oleh minat dan minat ini dapat bertahan selama hidupnya.
Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar siswa. Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Namun dalam prakteknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di dalam kelas, karena kurangnya minat siswa dalam pembelajaran Seni Budaya khususnya seni rupa. Jika hal ini terjadi, maka proses belajar mengajar pun akan mengalami hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan pengalaman penulis, pada saat pembelajaran berlangsung siswa kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat. Sebagian besar siswa mengerjakan tugas yang diberikan dengan perasaan terpaksa atau takut. Hal ini menyebabkan tugas yang diberikan hasilnya kurang memuaskan sehingga terkesan asal jadi. Jika mereka ditanya, alasannya mereka tidak mempunyai bakat di bidang seni atau tidak punya bakat menggambar. Dengan kondisi seperti ini, guru perlu mencari upaya bagaimana menumbuhkan minat belajar siswa terutama dalam pembelajaran Seni Rupa.
B. Konsep Minat Belajar
Pengertian minat
Minat sering dihubungkan dengan keinginan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang datang dari dalam diri seseorang tanpa ada paksaan dari luar. The Liang Gie (1994:28) mengungkapkan bahwa minat berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan suatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Menurut Slameto (dalam Djaali 2006:121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Sedangkan menurut Crow and Crow (dalam Djaali 2006:121) mengatakan bahwa minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.
Pengertian Belajar
Ada beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang belajar, pada umumnya mereka memberikan penekanan pada unsur perubahan dan pengalaman. Menurut Witherington (dalam Sukmadinata 2007:155) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola respon yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan, dan kecakapan. Crow and Crow (dalam Sukmadinata 2007:155) mengemukakan bahwa belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Sedangkan menurut Hilgar (1962:252) menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap sesuatu situasi.
Berdasarkan penekanan unsur pengalaman tentang definisi belajar dikemukakan para ahli, antara lain menurut Di Vesta and Thompson (1970:112) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman. Gage and Berliner (1970:256) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang muncul karena pengalaman. Sedangkan menurut Hilgard (1983:630), mengemukakan bahwa belajar dapat dirumuskan sebagai perubahan perilaku yang brelatif permanen yang terjadi karena pengalaman.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar
Minat belajar peserta didik sangat menentukan keberhasilannya dalam proses belajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut bersumber pada dirinya dan luar dirinya atau lingkungannya antara lain sebagai berikut :
Faktor dalam diri siswa, yang terdiri dari :
Aspek jasmaniah, mencakup kondisi fisik atau kesehatan jasmani dari individu siswa. Kondisi fisik yang prima sangat mendukung keberhasilan belajar dan dapat mempengaruhi minat belajar. Namun jika terjadi gangguan kesehatan pada fisik terutama indera penglihatan dan pendengaran, otomatis dapat menyebabkan berkurangnya minat belajar pada dirinya. (Kumpulan Tugas Sekolahku)
Aspek Psikologis (kejiwaan), menurut Sardiman (1994:44) faktor psikologis meliputi perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, bakat,dan motif. Pada pembahasan berikut tidak semua faktor psikologis yang dibahas, tetapi hanya sebagian saja yang sangat berhubungan dengan minat belajar.
Faktor dari luar siswa, meliputi:
Keluarga, meliputi hubungan antar keluarga, suasana lingkungan rumah, dan keadaan ekonomi keluarga.
Sekolah, meliputi metode mengajar, kurikulum, sarana dan prasarana belajar, sumber-sumber belajar, media pembelajaran, hubungan siswa dengan temannya, guru-gurunya dan staf sekolahserta berbagai kegiatan kokurikuler.
Lingkungan masyarakat, meliputi hubungan dengan teman bergaul, kegiatan dalam masyarakat, dan lingkungan tempat tinggal.
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa faktor-faktor dari diri siswa dan dar luar siswa saling berkaitan dalam menumbuhkan minat belajar. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendukung mengakibatkan kurang atau hilangnya minat belajar siswa. Kurang atau hilangnya minat belajar siswa disebabkan oleh banyak hal yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar. Menurut JT. Loekmono (1985:97), faktor-faktor yang menyebabkan kurang atau hilangnya minat belajar sisbwa adalah sebagai berikut :
D. Faktor-faktor yang dapat menumbuhkan minat belajar
Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa cara yang paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada. Menurut Tanner and Tanner (1975) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk minat-minat baru pada siswa. Hal ini bisa dicapai melalui jalan memberi informasi pada siswa tentang bahan yang akan dismpaikan dengan menghubungkan bahan pelajaran yang lalu, kemudian diuraikan kegunaannya di masa yang akan datang. Roijakters (1980) berpendapat bahwa hal ini biasa dicapai dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan berita-berita yang sensasional, yang sudah diketahui siswa.
Harry Kitson (dalam The Liang gie 1995:130) mengemukakan bahwa ada dua kaidah tentang minat (the laws of interest), yang berbunyi :
Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, usahakan memperoleh keterangan tentang hal itu
Untuk menumbuhkan minat terhadap suatu mata pelajaran, lakukan kegiatan yang menyangkut hal itu.
Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, umpamanya arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan. ensiklopedi, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu, misalanya pada mata pelajaran seni rupa usahakan mengikuti apa yang harus dilakukan apakah dengan menggambar atau melukis. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.
JT. Loekmono (1985:98), mengemukakan bahwa cara-cara untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa adalah sebagai berikut :
Periksalah kondisi jasmani anak, untuk mengetahui apakah segi ini yang menjadi sebab.
Gunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat merangsang anak untuk belajar
Menolong anak memperoleh kondisi kesehatan mental yang lebih baik.
Cek pada orang atau guru-guru lain , apakah sikap dan tingkah laku tersebut hanya terdapat pada pelajaran saudara atau juga ditunjukkan di kelas lain ketika diajar oleh guru-guru lain.
Mungkin lingkungan rumah anak kurang mementingkan sekolah dan belajar. Dalam hal ini orang-orang di rumah perlu diyakinkan akan pentingnya belajar bagi anak. (Kumpulan Tugas Sekolahku)
Cobalah menemukan sesuatu hal yang dapat menarik perhatian anak, atau tergerak minatnya. Apabila minatnya tergerak, maka minat tersebut dapat dialihkan kepada kegiatan-kegiatan lain di sekolah.
Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan dapat dipahami bahwa banyak sekali faktor yang dapat menumbuhkan atau membangkitkan minat belajar bagi siswa. Tinggal bagaimana upaya yang harus kita lakukan sebagai seorang guru dalam memecahkan masalah ini, sehingga siswa terbantu untuk menemukan minatnya dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang memiliki karakter yang berbeda-beda memerlukan penanganan yang berbeda pula, termasuk dalam hal menumbuhkan minat belajarnya. Dengan adanya upaya dari guru dan pihak lain dalam menumbuhkan minat belajar bagi siswa, diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang akhirnya tertuju pada keberhasilan belajar siswa.
Penutup
Minat belajar merupakan salah satu komponen yang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa, terlebih dahulu kita harus memperhatikan apa yang menjadi latar belakang yang menyebabkan berkurang atau bahkan hilangnya minat belajar. Setelah itu baru kita mengambil langkah-langkah apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan minat belajar pada diri siswa. Dengan demikian upaya untuk menumbuhkan minat belajar sesuai dengan sasarannya.
Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat kita tarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan upaya menumbuhkan minat belajar pada peserta didik. Pertama, pahami dan kenali terlebih dahulu kondisi fisik dan psikologis siswa. Kedua, gunakan teknik dan metode yang bervariasi dalam penyajian materi pembelajaran. Ketiga, penggunaan media pembelajaran hendaknya dapat merangsang siswa untuk tertarik ikuti serta dalam pembelajaran. Keempat, pahami kondisi lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah sehingga kita dapat mencari jalan keluar dalam menumbuhkan minat belajar siswa.
Rujukan
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Munandar, S.C. Utami. 1985. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah: Petunjuk bagi Para Guru dan Orang Tua. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sardiman, AM.1992. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Pedoman bagi Guru dan Calon Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Djaali, H. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Gie, The Liang. 1995. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Liberty.
Loekmono,JT. 1985. Bimbingan bagi Anak Remaja yang bermasalah. Jakarta: CV. Rajawali.

METODELOGI PENELITIAN

PENGERTIAN METODE

Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu metode atau metodik berasal dari bahasa Greeka, metha, (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), jadi metode bisa berarti jalan atau cara yang harus di lalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Secara umum atau luas  metode atau metodik berarti ilmu tentang jalan yang dilalui untuk mengajar kepada anak didik supaya dapat tercapai tujuan belajar dan mengajar. Prof. Dr.Winarno Surachmad (1961), mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara-cara pelaksanaan dari pada murid-murid di sekolah.Pasaribu dan simanjutak (1982), mengatakan bahwa metode adalah cara sistematik yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Metode adalah prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur.
Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

PENGERTIAN METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupak an suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.  Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia  yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Adapun tujuan Penelitian adalah penemuan, pembuktian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  1. Penemuan. Data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang baru yang belum pernah diketahui.
  2. Pembuktian. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu.
  3. Pengembangan. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Kegunaan penelitian dapat dipergunakan untuk memahami masalah, memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
  1. Memahami masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya diketahui.
  2. Memecahkan masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk meminimalkan atau menghilangkan masalah.
  3. Mengantisipasi masalah. Data yang diperoleh dari penelitian digunakan untuk mengupayakan agar masalah tersebut tidak terjadi.
Diagram alir proses penelitian 



Jenis Data dalam Penelitian

Langkah Dalam Metode Ilmiah
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.

SUMBER

Senin, 29 Agustus 2016

Laporan Akhir KKN Tematik Posdaya 2015

KULIAH KERJA NYATA ( KKN )
DESA PERAMPUAN KECAMATAN LABUAPI
KABUPATEN LOMBOK BARAT
KATA PENGANTAR
            Puji syukur kepada Allah SWT kami panjatkan atas limpahan karunia, rahmat, nikmat serta hidyah dari-Nya kami mahasiswa kuliah kerja nyata kelompok I Desa Perampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat dapat menyelsaikan program kuliah kerja nyata sampai selesai dengan hasil yang alhamdulillah sangat memuaskan.
Dengan berakhirnya program Kuliah Kerja Nyata maka dengan ini kami menyampaikan laoran akhir kegiatan kami. Di dalam laporan ini kami muat semua program yang sudah kami jalankan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari kegiatan tersebut. Namun, perlu juga disadari bahwa dalam pelaporan ini tentunya terdapat kekurangan-kekurangan yang secara manusiawi tidak mampu kami benarkan, hal ini tentu menjadi insfirasi bagi generasi berikutnya untuk terus menerus melakukan perbaikan. Tidak lupa pula kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menjalankan atau merealisasikan program. Dosen pembimbing, kepala desa perampuan, aparatur desa tanpa terkecuali dan seluruh masyarakat yang telah membantu kami.
Akhirnya, untuk memperoleh perbaikan kami mengharapkan masukan, saran nasihat yang mendukung dan membangun dan semoga laporan ini bermamfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.
Perampuan, April 2015
Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Kegiatan KKN
Kuliyah kerja nyata didasarkan pada falsafah pendidikan yang didasarkan pada undang-undang dasar 1945 dan undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan susana belajar dan proses pembelajaran agar pesrta didik secara aktif mengembagnkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian dirinya, kepribadian, kecerdasan, akhlak muliya, serta keteramppilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara .
Dalam rangka mengenal catur dharma perguruan tinggi muhammadiyah. Kuliyah kerja nyata merupakan bagian intergral dari kurikulum pendidikan tinggi. Penetapan ini didasarkan pada amanat presiden republik indonesia pada februari 1972. Yang menganjurkan dan mendorong setiap mahasiswa bekerja di desa dalam jangka waktu tertentu untuk tinggal dan membantu msyarakat pedesaan memecahkan masalah pembangunan sebagai bagian dari kurikulumnya.
Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian dan pengabdian pada masyarakat merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu kegiatan yang sudah diprogramkan oleh suatu lembaga perguruan tinggi.
Dengan demikian Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan implementasi dari salah satu amanat Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian pada masyarakat serta implementasi dari ilmu pengetahuan yang di dapat selama berada di meja kuliah. Karena dimana kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki manfaat dan tujuan yang sangat besar bagi kelangsungan kehidupan masyarakat, sehingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman langsung yang di dapat oleh mahasiswa selama mengikuti proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut.
Di samping itu Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dalam berbagai bidang ilmu, seperti bidang sosial, budaya, bidang keagamaan maupun dalam bidang-bidang yang lain sehingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat menyentuh langsung dengan masyarakat serta membantu program pemerintah daerah.
Oleh sebab itu program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat memberikan manfaat yang di rasakan secara langsung oleh masyarakat, sehingga program-program yang di lakukan dalam proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat memberikan konstribusi dalam kehidupan masyarakat setempat karena di mana dari berbagai program yang di laksanakan selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga program tersebut dapat di rasakan secara langsung hasilnya oleh masyarakat itu sendiri.
Hal ini berdasarkan materi pendidikan dan kebudayaan yang menyatakan bahwa:
  1. Pendidikan tinggi harus merupakan bagian integral dari usaha-usaha pembangunan nasional maupun regional.
  2. Pendidikan tinggi harus merupakan penghubung antara dua yaitu ilmu pengetahuan dan tekhnologi dengan masyarakat.
  3. Menciptakan serta memadukan relevansi antara program studi, terutama perangkat administrasi kurikulum dengan keadaan yang nyata.
Dalam hal ini mahsiswa calon sarjana selalu di identikkan dengan guru pengajar ataupun dosen yang selalu berhubungan dengan dunia pendidikan. Yang memberikan sumbangsi dan tenaganya untuk mengajar dan membimbing, relaitas yang terjadi bahwa mahasiswa selain sebagai tenaga pengajar mereka juga harus mampu bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitar pembuktian bahwa ilmu yang di dapat bisa di rasakan oleh masyarakat sekitar tanpa harus di identikkan dengan dunia pendidikan yang formal tetapi harus mampu memberikan dedikasi kepada masyarakat.
Fakta, bahwa masyarakat minoritas ada yang tidak mampu untuk mengikuti jenjang pendidikan formal karena berbagai faktor penghambat salah satunya masalah ekonomi, dampaknya masyarakat tidak bisa membaca, sehingga akan merembet pada pendidikan anak yang tidak berpendidikan sehingga tidak mampu mencerdaskan generasi-generasi yang akan menjadi estafet   bangsa. Selain itu juga dari kuliyah kerja nyata ini juga mahasiswa harus mampu memberikan solusi atas semua rentetan permasalahan yang terjadi, yaitu dengan di terjunkan secaralangsung dilapangan agar mahasiswa bisa memberikan ide kreatifnya terhadap permasalahan yang terjadi.
  1. Maksud dan Tujuan KKN
Secara umum kuliyah kerja nyata mempunyai 4 (empat) tujuan, yaitu :
  1. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyakarat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis interdisipliiner.
  2. Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, tekhnologi dan seni dalam upya menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader pembangunan.
  3. Supaya perguruan tinggi dapat mencetak sarjana pengisi tekhnologi struktur dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi gerak dan permaslahan yang komplek dihadapi masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Dengan demikian out put perguruan tinggi secara relatif menjadi siap pakai dan terlatih dalam menaggulangi permasalahan pembangunan yang lebih pragmatis dan interdisipliner.
  4. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah, instasi terkait dan masyarakat sehingga perguruan tinggi lebih dapat berperan dan menyesuaikan pendidikan dan penelitiannya dengan tuntutan realistis dari masyarakat yang sedang membangun.
  5. Kegunaan KKN
Adapun kegunaan kuliyah kerja nyata yang bisa dirasakan oleh :
  1. Bagi Mahasiswa KKN.
    1. Menambah pemahaman tentang cara berpikir dan bekerja secara praktis dalam menanggulangi berbagai permasalahan di masyarakat.
    2. Menambah pemahaman dan penghayatan tentang kegunaan agama, ilmu, seni dan budaya bagi pembangunan.
    3. Mahasiswa dapat memahami dan menghayati kesulitan yang di hadapi masyarakat dalam melaksanaka pembangunan.
    4. Mendewasakan cara berpikir dan daya nalar mahasiswa dalam melakukan telaah, perumusan dan pemecahan masalah.
    5. Membina mahasiswa menjadi inovator, motivator, dinamisator, problem solver dan Religions counselor.
    6. Membentuk sikap, rasa cinta serta rasa tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.
    7. Menumbuhkan sifat profesionalisme dalam diri mahasiswa.
  2. Bagi Masyarakat dan Pemerintah
    1. Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.
    2. Cara berpikir, bersikap dan bertindak dari masyarakat akan lebih sesuai dengan pembagunan.
    3. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di masyarakat sehingga terjamin kelangsungan pembangunan bangsa dan negara.
  3. Bagi Perguruan Tinggi.
    1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat sehingga kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.
    2. Para dosen atau pengajar akan memperoleh berbagai pengalaman yang berharga dan menemukan berbagai masalah untuk pengembangan kegiatan penelitian.
    3. Mempererat kerja sama antara lembaga Muhammadiyah dengan instansi lain dalam pelaksanaan pembangunan
  4. Bagi Persyarikatan Muhammadiyah
    1. Secara langsung mahasiswa muhammadiyah, beramar ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat atas nama ortom muhammadiyah.
    2. Menjalankan tujuan dari muhammadiyah itu sendiri yaitu mengusahakan terciptanya akademisi islam yang berakhlak mulia
    3. Kehadiran mahasiswa KKN di desa berarti juga sebagai aktualisasi peran mahasiswa muhammadiayah sebagai kder persyarikatan dalam rangka mengamalkan ilmu amaliah dan amal ilmiah.
BAB II
PROFIL UMUM DESA
  1. Letak Geografis, Topografi dan Demografi
  2. Letak Geografis
  3. Batas wilayah
  • Sebelah Utara : Bajur Kec. Labuapi
  • Sebelah Selatan : Suka Makmur Kec. Gerung
  • Sebelah Timur : karang bongkot Kec. Labuapi
  • Sebelah Barat : Kuranji Kec. Labuapi
  1. Letak Topografi dan Demografi
  2. Batas-batas wilayah :
  • Sebelah Barat : Desa Kuranji
  • Sebelah Timur   : Desa Kr. Bongkot
  • Sebelah Selatan : Kuranji
  • Sebelah Utara : Dusun Mavila / Bajur
  1. Keadaan Pertanian
Masyarakat Desa Perampuan sebagian besar bermata pencaharian petani karena letak geografis dan luas wilayah sangat memungkinkan untuk bidang pertanian jenis pertanian beraneka macam seperti kacang tanah, cabe, padi, dan singkong. Adapun Luas Persawah ± 70 ha, Luas Pekarangan ± 49 ha serta Luas perkebunan ± 7 ha.
  1. Keadaan Penduduk
Secara umum penduduk Desa Perampuan dikatakan jarang berbanding dengan luas wilayah Desa Perampuan. Jumlah penduduk 1775 Kk yang terdiri dari 5.706 jiwa berdasarkan data registrasi penduduk 21 Juli Tahun 2011. Dengan rincian sebagai berikut :
  1. Perampuan Barat
Kk       : 547
Jiwa     : 1776
  1. Krepet
Kk       : 439
Jiwa     : 1342
  1. Kapitan
Kk       : 330
Jiwa     : 1015
  1. Karang Bayan
Kk       : 203
Jiwa     : 679
  1. Bayan Pengsong
Kk       : 236
Jiwa     : 944
Laju pertumbuhan penduduk masyarakat Desa Perampuan bisa dikatakan cukup cepat, dibidang pendidikan khususnya bisa dikatakan cukup bagus, karena perkembangan pola pikir masyarakat yang sudah berkembang tentang paradigma-paradigma yang berkembang yang walaupun sebagian masyarakat masih menjalankan pernikahan di usia dini, Dari aspek spiritualitas juga cukup bagus karena suasana religius yang masih kental di desa Perampuan ini khususnya yang bersifat belajar mengaji bagi anak-anak begitu antusias.
  1. Keluarga Berencana dan Keluarga Prasejahtera
Laju pertumbuhan penduduk yang cukup cepat menjadikan lahan pekerjaan menjadi berkurang, lahan usaha baik dibidang pertanian maupun bidang-bidang lain. Oleh karena itu sangat perlu adanya suatu program dalam upaya penekanan pertumbuhan jumlah penduduk. Program Kelurga Berencana sudah diterapkan di Desa perampuan Alhamdulillah berhasil dikarenakan latar belakang sosial masyarakat. Adat istiadat serta pengetahuan masyarakat yang mengalami perkembangan. Apalagi Pernikahan usia dini,serta kondisi sosial masyarakat yang sedikit terbuka dengan pemikiran-pemikiran yang berkembang. Dikarenakan upaya yang telah dilakukan antara lain penyuluhan, perbaikan mutu pendidikan, serta upaya merubah pradigma masyarakat yang diharapkan akan membawa hasil yang maksimal.
Secara garis besar masyarakat Desa Perampuan masih dikatakan rata-rata dalam angka kemiskinannya atau kata lain tidak begitu dijastifikasi sebagai keluarga prasejahtera seperti data berikut :
Jumlah Kk Miskin Desa Perampuan
  1. Perampuan Barat Kk : 321
  2. Krepet Kk : 188
  3. Kapitan Kk : 290
  4. Karang Bayan Kk : 157
  5. Bayan Pengsong Kk : 64
  6. Hasil Kerajinan, Industri dan Sumber Daya Pendukung.
Hasil kerajinan atau tekhnologi tepat guna masyarakat Desa Perampuan mencoba mengembangkan usaha pembuatan telur asin yang dilakukan oleh ibu-ibu di desa perampuan.di desa peramampuan juga perkembangan potensi pariwisata karena secara geografis Desa Perampuan memiliki tempat wisata yaitu gunung pengsong yang bisa mempengaruhi wisatawan drai mancanegara sehingga cukup banyak pengunjung yang datang yang diharapkan mampu menunjang untuk pengembangan objek wisata yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa serta merubah kondisi sosial masyarakat Desa Perampuan.
  1. Keadaan Pendidikan dan Sosial Budaya
Keadaan pendidikan masyarakat Desa Perampuan cukup bagus karena sarana dan prasarana penunjang pendidikan sudah ada, sehingga hampir tidak ada masalah dalam bidang pendidikan. Keadaan sosial budaya masyarakat Desa perampuan kurang bagus, karena budaya gorong royong sudah tidak kental lagi yang berada ditengah-tengah masyarakat, sehingga sulit kami dari mahasiswa KKN untuk mengajak bekerjasama dalam hal yang bersifat gotong royong.
  1. Sarana dan Prasarana di Pedesaan
Sarana dan prasarana Desa cukup lengkap diantara lain seperti sarana peribadatan mesjid Nurul Hidayah, Al-Mujahidin,Nurussholihin dan mesjid Al-Bayani yang sampai sekarang masih dalam proses pembangunan, untuk sarana Musholanya yang aktif adalah mushola Nurul Yaqin di Dusun Kapita, serata sarana pendidikan cukup memadai seperti SDN 2 Perampuan,SDN 1 Perampuan dan MTs Al-Ikhlashiyah begitu pun dengan yang lainnya sarana kesehatan, sarana air bersih serta sarana umum lainnya. Alhamdulillah tidak ada hambatan yang dialami oleh masyarakat terkait bidang sarana dan prasarana ini.
BAB III
PERMASALAHAN DESA DAN ALTERNATIF PEMECAHANNYA
  1. Bidang Administrasi Pemerintah Desa
  2. Masalah
Bidang pemerintahan desa dari hasil observasi terdapat banyak kekurangan dalam bentuk fisik maupun non fisiknya, lingkungan yang tidak terurus,dari bangunan kantor desa banyak yang rusak akibat ulah warga setempat baik itu pintu yang di jebol, jendela yang pecah kacanya, pintu kamar mandi yang tidak ada serta musholah yang tidak terurus gentengnya rusak dan lain hal . serta administrasi yang belum lengkap seperti pendataan jumlah penduduk yang masih belum akurat, profil desa yang masih belum lengkap, aturan surat menyurat yang masih belum baku dan sistim yang kurang akuntabel. Hal ini dikarenakan sumber daya aparat desa yang masih kurang.
  1. Alternatif Pemecahan Masalah
Terkait lingkungan kantor desa yang kotor harus ada kesadaran pada pegawai/staf-staf desa tentang menjaga kebersihan agar lingkungan kantor desa bersih, sebelum jam kantor masuk luangkan waktu untuk membersihkan kantor desa, serta kantor desa harus memiliki penjaga agar terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan bangunan kantor desa karena ulah masyarakat itu sendiri. Dan terkait administrasi desa yang belum lengkap harus ada kejelasan garis koordinasi yang jelas antara para staf desa dengan kepala dusun terkait kendala-kendala yang dihadapi dalam perekapan masalah pendataan KK, agenda surat keluar-masuk, buku Notaris dan lain-lain. Serta harus diadakan evaluasi setiap bulan dengan kepala dusun di desa perampuan.
  1. Bidang Kebersihan dan Lingkungan Hidup
  2. Masalah
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan masih kurang dari lima dusun yang akan dijadikan target dalam KKN ini yaitu Dusun Kapitan, Krepet, Karang Bayan, Bayan Pengsong dan Perampuan Barat. Mayoritas warga membuang sampah sembarang tempat akibat dari kurangnya fasilitas yang mendukung seperti bak sampah dampaknya lingkungan masyarakat menjadi kotor sungai-sungai dijadikan sasaran tempat pembuangan sampah, selokan-selokan pun mampet sehingga air tergenang karena sampah-sampah yang tertumpuk diselokan, dari kondisi seperti ini bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat dan bisa menimbulkan penyakit.
  1. Alternatif Pemecahan Masalah
Setiap kepala dusun harus mengadakan kerja bakti setiap pekan agar menimbulkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan seperti minggu bersih yang tentunya masyarakat harus terjun secara langsung karena hari libur yang diadakan, dan pihak kota harus menyediakan penampungan sampah terhadap warga agar sungai, got, perkebunan tidak menjadi sasaran dalam pembuangan sampah.
  1. Bidang Sarana dan Prasarana
  2. Masalah
Sarana dan prasarana desa perampuan perlu diperhatikan, dari sistimatis penulisan gang-gang di tiap dusun tidak ada sama sekali, Plang-plang TPQ, Plang-plang RT, kondisi mushola yang tidak terurus.
  1. Alternatif pemecahan masalah
Dari pihak kepala dusun bersama warga harus melakukan musyawarah terkait permasalahan ini untuk mendapatkan dana dari perkumpulan hasil musyawarah.
  1. Bidang Perekonomian
Di bidang ini hampir tidak ditemukakan masalah yang krusial yang dialami oleh warga karena mereka mayoritas petani sehingga tidak ada yang kami sumbangsikan yang bisa diberikan terkait di bidang ini.
  1. Bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Spiritual
  2. Masalah
Terkait bidang pendidikan angka buta huruf khususnya untuk Lansia banyak sekali sehigga dampaknya kami dari mahasiswa KKN di luar lombok kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena faktor tidak bisa membaca dan berbahasa indonesia. Sarana pendidikan di MTs salah satu yang terdapat di desa perampuan cukup memprihatinkan karena kurang memadai baik bentuk bangunan itu sendiri.
Selain itu juga permasahan dalam lingkungan sosial budaya, pembatasan kegiatan nyongkolan, dan ketika acara pernikahan tidak di adakan semacam orhen karena akan berdampak hal yang negatif terhadap warga itu sendiri karena akan ada acara mabuk-mabukan di kalangan pemuda.
Begitupun dengan kondisi spritual atau keagamaan kurangnya pemuda-pemudi untuk meramekan mesjid-mesjid maupun mushola-mushola untuk sholat berjamaah dan tidak adanya semangat kolektif dan kolegial masyarakat untuk melakukan perbaikan terhadap mesjid yang baru di bangun di desa perampuan yaitu mesjid bayyanudin.
  1. Altrnatif pemecahan masalah
Pemerintah mengadakan program buta aksara lagi yang walaupun tahun lalu diterapkan, sehingga tidak stagnan pada kebutuhan realisasi program mereka tapi bagaimana program ini benar-benar dijalankan secara estafet di setiap KKN sehingga benar-benar mendidik umat, khususnya ibu-ibu dn bapak-bapak karena merekalah yang akan mendidik generasi selanjutnya dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
Sedangkan disosial budaya, nyongkolan memang adat yang sudah berakar dikalangan suku sasak, sehingga timbul perasaan sensitif jika suatu adat dibatasi khususnya desa perampuan ini,untuk itu warga haarus sadar jangan sampai kegiatan nyongkolan yang mendatangkan orhen-orhen tidak menyebabkan mereka mabuk-mabukkan, sehingga orang tidak akan memandang miring terhadap adat yang bersih menjadi tercoreng oleh oknum-oknum tertentu. Serta kegiatan nyongkolan ini harus ada pengawasan dari polisi, karena dampaknya ketika turun dijalan, jalanan menjadi macet untuk itu perlu penertiban agar semuanya lancar. Yang khususnya semua akan baik jika kepala desa dan setiap dusun berkomunikasi dengan baik.
Begitupun dengan spiritual atau keagamaan perlu himbauan agar masyarakat tidak apatis dengan kegiatan gotong royong khusunya kepada mesjid yang baru dibangun yaitu mesjid bayyanudin, sedangkan kegiatan TPQ sangat bagus karena telah berjalan dan yasinan al-quran setiap malam jumat.
  1. Bidang Kesehatan
  2. Masalah
Permasalahan ditiap dusun hampir sama dijumpai yaitu kader-kader posyandu yang tidak menertibkan administrasi kesehatan sehingga data-data yang ada tidak akurat karena tekhnik pendataan dari kader-kader posyandu acuh tak acuh.
  1. Alternatif pemecahan masalah
Memang sarana kesehatan sudah memadai dengan kata lain bahwa fasilitas kesehatan cukup memadai yang walaupun masih ada beberapa dusun yang tempat posyandu tidak begitu nyaman tapi tidak menjadi penghambat berjalannya posyandu, serta antusias dari masyarakat sangat tinggi terhadap adanya posyandu karena memang kepedulian terhadap kesehatan perlu sekali.
Terkait pendataan administrasi yang kurang, agar kader-kader dari posyandu ini diaktifkan kembali dalam artian bahwa tidak hanya mencatat dan menimbang balita tapi bagaimana data-data yag kurang harus dilengkapi.
  1. Bidang Pemberdayaan Perempuan
  2. Masalah
Peranan perampuan di desa perampuan dirasakan masih sangat kurang akibat dari tingkat pendidikan juga faktor pernikahan dini sert faktor ekonomi menjadikan peranan dan pemberdayaan perampuan kurang aktif. Latar belakang budaya dan tradisi juga mempengaruhi peranan wanita dalam pembangunan desa.
  1. Altenatif Pemecahan masalah
Pihak kepala desa khusunya serta pemerintah kota pada umumnya harus peduli terhadap kegiatan-kegiatan yang membangun keaktifan dari peranan perampuan ini yang bisa membantu ekonomi keluarga, misalnya dengan cara memperbaiki fasilitas yang dimiliki membantu dengan biaya materi yang akan dikembangkan dalam usaha tersebut. Yang walaupun pada sampai saat ini kegiatan yang dihasilkan oleh ibu-ibu di desa perampuan yaitu pengembangan usaha kecil seperti telur asin.
BAB IV
RENCANA PROGRAM KKN
Dengan berbagai permasalahan dari hasil analisa diatas maka mahasiswa KKN universitas muhammadiyah mataram membuat suatu rencana program kerja yang berorientasi pada polemik-polemik tersebut. Dalam upaya pembuatan rencana program kerja terlebih dahulu mahasiswa KKN melakukan observasi dan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat setempat untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan yang dianggap akurat yang kemudian bisa menghasilkan suatu rencana awal dari permasalahan yang diperoleh.
Adapun rencana program yng kami buat meliputi 3 sub program dengan kegiatan uraian kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Program Pokok
  2. Penyuluhan dalam usaha meningkatkan produksi pertanian
  3. Penyuluhan pertanian dan pembinaan kelompok tani
  4. Program vaksinasi ternak hewan dan unggas untuk mengantisipasi penyakit atrax dan flu burung
  5. Pelatihan pembuatan pekan ternak dan sterilisasi kandang ternak unggas.
  6. Pembibitan dengan pencakokan dan stek
  7. Budidaya ikan air tawar dan lain-lain.
  8. Pembinaan administrasi dan pemerintahan desa/ kelurahan
  9. Membantu pendataan penduduk dan potensi desa.
  10. Penataan administrasi kantor desa, BPD, PKK, Kepala Dusun, karang taruna dan lainnya.
  11. Sosialisasi undang-undang No.32/2004 peraturan pemerintah dan peraturan daeraha lainnya.
  12. Penerapan tekhnologi tepat guna
  13. Daur ulang barang bekas, sebagai bahan baku pembuatan aneka kerajinan.
  14. Pembuatan bunga dari serabut dan daun kelapa.
  15. Pembuatan kotak tisu dan sampul undangan dari kulit pinang, serta asbak dari bambu.
  16. Pembutan bingkai foto dari triplek dan kulit pinang.
  17. Pelatihan pembuatan alat perontok padi dan jagung.
  18. Pembuatan pupuk organik dan jerami, EM4, dan kotoran hewan.
  19. Pembuatan kulkas tanpa listrik.
  20. Pelatihan pembuatan obat-obatan tradisional.
  21. Kursus keterampilan seperti sablon, salon/kecantikan, computer, bahasa inggris, perbengkelan dan lain-lain.
  22. Kebersihan dan lingkungan hidup
  23. Mengaktifkan kegiatan gotong royong melalui jumat bersih
  24. Penanaman pohon pelindung dan progam penghijauan.
  25. Penyuluhan tentang kebersihan lingkungan disekitar.
  26. Pemukiman penduduk dan manajemen persampahan.
    1. Program Pilihan
  27. Bidang Sarana dan Prasarana
  28. Perbaikan dan pembuatan jalan, gotong royong pembuatan dan perbaikan jembatan dan lain-lain.
  29. Pembuatan/perbaikan saran dan prasarana penyediaan air bersih.
  30. Perbaikan dan pembangunan saluran got.
  31. Perbaikan dan pengadaan palng desa/dusun/ nama jalan, rumah ibadah, balai pengobatan, kantor kepala desa, balai pertemuan, sarana olahraga dan lain-lain.
  32. Bidang Perekonomian
  33. Pembentukan dan pembinaan koperasi
  34. Pembinaan usaha ekonomi produktif bagi masyarakat prasejahtera/miskin.
  35. Mendorong perkembangan kegiatan kerajinan/home industri dari segi produksi secara kuantitas/kualitas pemasran dan lain-lain.
  36. Bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Spritual.
  37. Mengadakan atau meningkatkan kursus keterampilan
  38. Pengadaan dan pembinaan perpustakaan sekolah, desa dn masjid.
  39. Memelihara dan mengembangkan budaya setempat.
  40. penyuluhan kesadaran hukum masyarakat dan kamtibmas.
  41. Pembinaan dan pemmasyrakatan kegiatan pelatihan kepemimpinan, olahraga, kesenian dan pramuka bagi pelajar, genrasi muda dan krang taruna.
  42. Program keaksaraan fungsional bagi masyarakat buta aksara.
  43. Pembinaan dan peningkatan kegiatan keagamaan dan toleransi antar umat beragama.
  44. Pembentukan dan pembinaan TPA.
  45. Membantu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada lembaga-lembaga pendidikan setempat.
  46. Bidang Kesehatan
  47. Penerangan tentang hidup sehat (makanan, perumahan, jmaban kelurga, pembuangan kotoran, limbah, MCH) dan lain-lain.
  48. Penyuluhan KB dan keluarga sejahtera, gizi, HIV / AIDS, narkoba dn lain-lain.
  49. Pemanfaatan lahan pekarnagan untuk tanaman apotik hidup.
  50. Membantu kegiatan posyandu, seperti penimbangan balita dan imunisasi dan lainnya.
  51. Bidang Peningkatan Peranan Wanita/Pemberdayaan Perampuan
  52. Penerangan tentang fungsi dan peranan wanita (kegiatan kreatifitas, penundaan usia kawin, memahami hak-hak wanita dan lain-lain)
  53. Menyelenggarakan kursus-kursus keterampilan, serta menjahit, salon/kecantikan, kerajinan tangan, pembuatan jajan, dan lain-lain.
  54. Penerangan tentang konsep keluarga bahagia dan sejahtera.
  55. Pelatihan kepemimpinan wanita, kader kesehatan atau posyandu, kader PKK dan lainnya.
    • Program Khusus
  56. Pendataan registrasi anggota muhammadiyah di tingkat ranting atau cabang.
  57. Pendataan dan upaya sertifikasi tanah wakaf persyarikatan.
  58. Pembinaan organisasi persyarikatan.
  59. Pembinaan dan pemberdayaan amal usaha muhammadiyah.
  60. Mmembantu dan membangun kerjasama dalam merealisasikan program pimpinan cabang dan pimpinan ranting muhammadiyah.
BAB V
PEMBAHASAN HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KKN
Setelah merancang dan membuat suatu rencana program kemudian dibuat dalam suatu sistimatika program kerja yang legal dan baku sekaligus menyusun dalam bentuk akuntabel yagn dilengkapi dengan schedule time atau jadwal pelaksanaan serta uraian anggaran baik swadaya maupun swadana. Kemudian dilakasanajan oleh semua anggota kelompok KKN bersama masyarakat dan pemerintah desa loloan. Hasil pelaksanaan program KKN alhamdulillah sangat dirasakan oleh masyarakat desa loloan, pemerintah desa lebih-lebih peserta KKN itu sendiri, antara lain :
  1. Program Pokok
  2. Pembinaan Administrasi Pemerintah Desa
Meliputi kegiatan antara lain :
  1. Pendataan jumlah penduduk
Program ini dilaksanakan mulai awal pekan ke II dan III, pada   pelaksnaan kegiatan ini kami dibantu oleh staf desa bersama kepala dusun yang terdiri dari 5 Dusun, yang walaupun kami mengalami kesulitan untuk mendata 1 Dusun yaitu Dusun kapitan sehingga alternatifnya kami meminta kepada salah satu aparat kepala Dusun yaitu ketua RT Dusun Kapitan dan akhirnya bisa terselesaikan dengan baik dan telah selesai 100%, dari pendataan jumlah penduduk tersebut hasilnya akan dimasukan kedalam profil desa.
  1. Kerja Bakti Kantor Desa
Melihat kondisi awal desa dengan lingkungan yang perlu perawatan kami melakukan kerja bakti dengan membersihkan kantor desa agar terlihat bersih dan rapi program ini dilaksanakan pada pekan II.
  1. Membantu menyusun RPJMDES
Program ini dilaksanakann pada pekan III, pembenahan data potensial desa yaitu geografis, topografis, demografis dan monografi serta data potensial pemetaan swadaya. Memuat tentang data kependuduan KK, surat, notulen dan lain sebagainnya dalam melaksanakan program ini tidak ada kesulitan dalam pembuatannya karena semua data telah ada tinggal disusun dalam sistematika format PJM yang legal dan akuntabel dan selesai 100%.
  1. Membuat peta desa
Kegiatan ini dilaksanakan pada pekan III, pada kegiatan ini kami melakukan survei serta mencocokan dengan peta yang ada di kabupaten yang dibuat lebih awal di desa dan dilengkapi dengan peta pengembangan desa, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui batas serta pemetaan potensial juga pengembangan wilayah desa dan telah selesai 100%.
  1. Penulisan struktur organisasi permberdayaan masyarakat dan data pemerintahan desa.
Kegiatan ini dilaksanakan pada pekan IV, kegitan ini terdapat partisipasi aparat desa untuk membantu memberikan data yang akurat, sehingga mempermudah kami dalam menulis di bagan papan kantor desa dengan secara sistimatika. Dan dapat diselesaikan 100%.
  1. Pembuatan administrasi dusun.
Dlam menyusun administrasi dusun kami laksanakan pada pekan IV hampir tidak ada kesulitn dalam penyusunannya karena semua data telah ada. Dan kami hanya merekap data-data yang telah ada dengan sistematik. Dan selesai 100%
  1. Penerapan Tekhnologi Tepat Guna
    1. Pembuatan kotak tisu dari kardus bekas, yang kami lakukan pada pekan V dengan mempraktekan kepada anak-anak SD agar bisa mereka praktekan di rumah masing-masing dan bisa memanfaatkan lingkungan yang ada tidak ada hambatan dalam pembuatan kerajinan ini dan hasilnya selesai 100%.
    2. Pembuatan asbak dari bambu.
Pembuatan asbak dari bmabu dilakukan pada pekan VI yang dalam hal ini di desa perampuan terutama di dusun kapian banyak sekali warga menanam pohon bambu sehingga kami bisa memanfaatkannya dan alhamdulillah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa KKN maupun masyarakat. Dan selesai 100 %.
  1. Kursus keterampilan
Dalam pelaksanakan kegiatan kursus keterampilan kami mengadakan kursus bahasa inggris yang dilaksanakan di dua tempat yaitu di MI Al-Ikhlashiyah dan SD 2 Perampuan. Dan selesai 100%.
  1. Bidang Kebersihan dan Lingkungan Hidup
  2. Gotong royong melalui jum’at bersih
Kegiatan ini dilakukan pada setiap pekan kecuali pekan I, hari jumat yaitu membersihkan sarana peribadatan, dan sarana umum lainnya disetiap dusun yang ada didesa perampuan, yang walaupun ada hambatan di ke-4 dusun dikarenakan masyarakat kurang berpartisipasi dalam membersihkan lingkungan karena kondisi masyarakat di sibukkan dengan kegiatan memanen padi yang walaupun masyarakat dusun bayan pengsong warga mereka saja yang hanya berpartisipasi sehingga mempermudah kami dalam membersihkan lingkungan. Dan hasilnya terlaksana 100%.
  1. Gotong royong di Mesjid Bayanudin
Dalam kegiatan ini pelaksanaan pekan VI yaitu membantu proses pembangunan mesjid yang baru dibangun di Dusun Karang Bayan. Dalam kegiatan ini partisipasi masyarakat dalam membangun mesjid sangat tinggi.dan hasilnya dalam usaha membantu pembangunan 100% berjalan dengan baik.
  1. Penghijaun
Penghijauan dilakukan di pekan IV kami melakukan penghijaun di sepanjang pinggir jalan desa perampuan di tiap dusun dan juga dilakukan di belakang kantor desa yang pemanfaatan yang kami lakukan karena kondisi lahan kosong. Dan selesai 100%.
  1. Program Pilihan
    1. Bidang Sarana dan Prasarana
  2. Pembuatan Plang
Dalam pembuatan plang dilakukan pekan IV, tidak ada hambatan dalam pembuatan plang di dusun yang tidak memiliki nama gang, TPQ, memperbaiki nama mesjid dan lain-lain.
  1. Pengecatan Gapura
pengecatan gapura dilakukan pekan III dan IV, dalam kegiatan ini ada hambatan cuaca buruk sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.tapi alhamdulillah bisa diselesaikan dengan baik 100%.
  1. Bidang Pendidikan, Sosial Budaya dan Spiritual
  1. Membantu mengajar di MTs Al-Ikhlashiyah.
Kami mengajar di sekolah MTs ini pada pekan III,IV,V dan VI, hampir tidak ada hambatan dalam pelaksanaannya dan berjalan dengan lancar 100%.
  1. Membantu mengajar di TPQ/Bimbingan Al-Quran
Alhamdulillah pelaksanaanya berjalan dengan baik dengan antusias adek-adek di desa perampuan yaitu di dusun kapitan yang walaupun kami fokuskan di dusun kapitan karena faktor SDM dari mahasiswa KKN terbatas terkait kemampuan dibidang ini dan juga faktor jarak dari posko ke dusun-dusun yang lain agak jauh.dan selesai 100%.
  1. Menyumbangkan Iqro’
Kegiatan ini kami sumbangkan pada TPA yang benar-benar kekurangan buku panduan Iqro’ dan kami jalankan pada akhir kegiatan KKN yaitu pekan VI dan berjalan dengan lancar 100%.
  1. Kultum Ba’da Magrib.
Kegiatan ini dilakukan pada pekan III,IV dan V setiap hari bersama adek-adek yang diajarkan bimbingan Al-Quran agar bisa menjadi bekal rohani bagi adek-adek karena memberikan pendidikan pada usia dini sangat urgen di ajarkan. Dan selesai 100%.
  1. Bidang Kesehatan
  1. membantu kegiatan Posyandu
Kegiatan ini dilakukan pada pekan II di Dusun Perampuan Barat dan Dusun Bayang Pengsong, Pekan III di Dusun Karang Bayan dan Dusun Kapitan serta Pekan IV di Dusun Krepet. Dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar dalam usaha membantu kader-kader posyandu. Dan selesai 100%.
  1. Penanaman Apotik Hidup
Kegiatan ini dilakukan pada Pekan V, berupa tumbuh-tumbuhan yang bisa di manfaatkan sebagai obat dan lain-lain oleh warga setempat seperti tumbuhan tamu lawak, kunyit, dan jahe serta selesai 100%.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN
  1. Kesimpulan
Dengan menyimak pada permasalahan yang terjadi di Desa Perampuan dapat kita tarik kesimpulan bahwa Desa Perampuan masih memerlukan perhatian yang serius dari pemrintah baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pemerintah provinsi terutaa di bidang administrasi pemerintahan desa, bidang pemberdayaan perampuan yang perlu di berikan perhatian lebih begitupun dengan bidang-bidang lainnya yang memerlukan tindakan nyata dan perhatian juga dari semua pihak.
Kehadiran mahasiswa KKN UMM terasa cukup membantu masyarakat maupun pihak kantor desa dalam upaya pemecahan masalah masyarakat yang setidaknya akan membawa perubahan yang membangun masyarakat yang setidaknya mampu menjalankan dengan baik bukan saja untuk masyarakat tetpi juga dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diharapkan mampu dirasakan oleh mahasiswa KKN sendiri.
  1. Saran-saran
Untuk semua pihak agar mampu memberikan perhatian dan memikirkan pembanguan desa sebagai pangkal pembangunan nasional. Dan program KKN harus terus dijalankan, melirik pada desa-desa yang tertinggal yahng sekiranya masih memerlukan perhatian dan upaya perubahan kearah yang lebih baik.
Kepada pemerintahan, instansi-instansi terkait agar kiranya memperhatikan aspirasi dari bawah kalangan masyarakat, mendukung program-program yang berorientasi pada pembangunan desa, program KKN salah satunya, dukungan yang diharapkan bukan hanya moril tetapi tindakan nyata melalui upaya realisasi program dan aspirasi.