Selasa, 09 Desember 2014

PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PENGERTIAN PENDIDIKAN

MAKALAH
PERENCANAAN PENDIDIKAN
DAN
PENGERTIAN PENDIDIKAN
 











DI SUSUN OLEH
AHMAD SUMANTRI


UNMA
(UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR)
2014/2015
KATA PENGANTAR

Assalamualikum wr.wb
     Allhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”arti sebuah persahabatan dan pentingnya persahabatan”.
      Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis dan teman teman yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang.
     Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.






Cibaliung,03 Desember 2014



Ahmad sumantri



DAFTAR ISI      
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB IPENDAHULUAN ........................................................................................ 1
A. Latar Belakang ..................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan................................................................................................... 1
BAB IIPEMBAHASAN........................................................................................... 2
A.  Pengertian Perencanaan Pendidikan Menurut Para Ahli....................................... 2
B.  Pungsi Perencanaan Pendidikan............................................................................ 3
C.  Manfaat Perencanaan Pendidikan......................................................................... 3
D.  Tujuan Perencanaan Pendidikan........................................................................... 4
E.   Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli............................................................ 6
BAB III PENUTUP.................................................................................................. 7
A.  Kesimpulan............................................................................................................ 7
B.  Kritik Dan Saran................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 8















BAB I

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pada dasarnya pendidikan dan perencanaan merupakan suatu rangkaian proses kegiatan mempersiapkan dan memahami mengenai apa yang diharapkan untuk terjadi dan apa yang dilakukan untuk memenuhi harapan itu yaitu melalui proses pendidikan.
Perencanaan sangat penting untuk pendidikan, dan pendidikan juga penting untuk pembentukan perencanaan, karena pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia sesuai dengan tugas dan kemampuannya, serta sesuai dengan perencanaan yang disusunnya.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil beberapa rumusan masalah, di antaranya adalah:
1. Apa pengertian perencanaan pendidikan menurut para pakar dan fungsinya.
2. Apa manfaatperencanaan pendidikan pendidikan.

C.     TUJUAN PENULISAN
Dari beberapa rumusan masalah di atas, maka dapat diperoleh beberpa tujuan pula, yakni:
1. Untuk mengetahui definisi para ahli mengenai perencanaan pendidikan
2. Untuk memahami manfaat-manfaat dari perencanaan pendidikan.












BAB II
PEMBAHASAN
A.   PENGERTIAN PERENCANAAN PENDIDIKAN MENURUT PARA PAKAR
Menurut, Prof. Dr. Yusuf Enoch
Perencanaan Pendidikan, adalah suatu proses yang yang mempersiapkan seperangkat alternative keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan kepadanpencapaian tujuan dengan usaha yang optimal dan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial budaya serta menyeluruh suatu Negara.
Beeby, C.E.
Perencanaan Pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan prioritas, dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan kegiatan yang ada dalam bidang ekonomi, social, dan politik untuk mengembangkan potensi system pendidikan nasioanal memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh system tersebut.
Menurut Guruge (1972)
Perencanaan Pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan.
Menurut Albert Waterson (Don Adam 1975)
Perencanaan Pendidikan adala investasi pendidikan yang dapat dijalankan oleh kegiatan-kegiatan pembangunan lain yang di dasarkan atas pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial.
Menurut Coombs (1982)
Perencanaan pendidikan suatu penerapan yang rasional dianalisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakat.
Menurut Y. Dror (1975)
Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang di arahkan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan cara-cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan social secara menyeluruh dari suatu Negara.






B.     PUNGSI PERENCANAAN PENDIDIKAN
Fungsi perencanaan adalah sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian, sebagai alat bagi pengembangan quality assurance, menghindari pemborosan sumber daya, menghindari pemborosan sumber daya, dan sebagai upaya untuk memenuhiaccountability kelembagaan. Jadi yang terpenting di dalam menyusun suatu rencana, adalah berhubungan dengan masa depan, seperangkat kegiatan, proses yang sistematis, dan hasil serta tujuan tertentu

C.    MANFAAT PERENCANAAN PENDIDIKAN
Menurut , (Depdiknas. 1997; Soenarya, E. 2000; Depdiknas, 2001) ada beberapa manfaat dari suatu perencanaan pendidikan yang disusun dengan baik bagi kehidupan kelembagaan, antara lain:
Dapat digunakan sebagai standar pelaksanaan dan pengawasan proses aktivitas atau pekerjaan pemimpin dan anggota dalam suatu lembaga pendidikan. Dalam membuat sutau perencanaan, hal ini sudah menjadi standar yang berarti semua aktivitas kegiatan harus berdasarkan pada perencanaan yang telah di buat.
2.  Dapat dijadikan sebagai media pemilihan berbagai alternatif langkah pekerjaan atau strategi penyelesaian yang terbaik bagi upaya pencapaian tujuan pendidikan. Manfaat perencanaan pendidikan juga untuk mempersiapkan berbagai alternatif dari rencana serangkaian kegiatan apabila terdapat kesalahan yang tidak dikehendaki sehingga dapat diatasi dengan cepat dan tepat dengan menggunakan alternatif yang telah disiapkan.
3.    Dapat bermanfaat dalam penyusunan skala prioritas kelembagaan baik yang menyangkut sasaran yang akan dicapai maupun proses kegiatan layanan pendidikan.
4.       Dapat mengefisiensikan dan mengefektifkan pemanfaatan beragam sumber daya organisasi atau lembaga pendidikan. Dari pemanfaatan sumberdaya perencanaan pendidikan juga menganalisis pemanfaatan sumberdaya yang dibutuhkan dengan seefisien dan seefektif mungkin untuk menghindari penggunaan sumberdaya yang berlebihan.
5.      Dapat membantu pimpinan dan para anggota (warga sekolah) dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan atau dinamika perubahan sosial-budaya. Dengan dilakukan perencanaan pendidikan semua pihak yang terkait didalamnya seperti warga sekolah diharapakan ikut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan perenacanaan pendidikan sesuai dengan posisinya masing-masing.


6.  Dapat dijadikan sebagai media atau alat  untuk memudahkan dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak atau lembaga pendidikan yang terkait, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui perencanaan pendidikan yang telah menjadi tujuan bersama maka perencanaan pendidikan dapat dijadikan sebagai alat berkoordinasi dalam melaksanakan tugas bagian masing-masing
7.     Dapat dijadikan sebagai media untuk meminimalkan pekerjaan yang tidak efisien atau tidak pasti. Salah satu resiko dari pelaksanaan perencanaan pedidikan terjadinya pekerjaan yang tidak efisien, melalui perencanaan pendidikan dapat di antisipasi pekerjaan yang tidak efisien mealaui perencanaan yang baik.
8.  Dapat dijadikan sebagai alat dalam mengevaluasi pencapaian tujuan proses layanan pendidikan. Suatu gambaran tentang tujuan yang akan dicapai yang mana didalamnya terdapat bagaimana proses yang dilakukan..

D.    TUJUAN PERENCANAAN PENDIDIKAN
Menurut (Dahana, OP and Bhatnagar, OP. 1980; Banghart, F.W and Trull, A. 1990) Ada beberapa tujuan perlunya penyusunan suatu perencanaan pendidikan, antara lain:
1.      Untuk mengetahui standar pengawasan pola perilaku pelaksana pendidikan, yaitu untuk mencocokkan antara pelaksanaan atau tindakan pemimpin dan anggota organisasi pendidikan dengan program atau perencanaan yang telah disusun. Dengan standar yang telah ditetapkan dapat dinilai sejauh mana perencaan pendidikan telah dilasanakan dan apa saja yang perlu lebih diperbaiki.
2.        Untuk mengetahui kapan pelaksanaan perencanaan pendidikan itu diberlakukan dan bagaimana proses penyelesaian suatu kegiatan layanan pendidikan. Perencanaan pendidikan memberikan secara jelas waktu yang tepat dalam melaksanakan perencanaan pendidikan dapat di terapkan dengan pertimbangan bayak hal pendukungnya agara dapat tercapai dengan baik. Kemudian juga dijelaskan bagaimana tahapan atau langkah yang sistematis  yang dilakukan dalam kegiatan perencanaan pendidikan seperti dengan cara memperatikan kemajuan Teknologi Informasi, jumlah penduduk yang terus meningkat dan kebutuhan dunia kerja saat ini.
3.      Untuk mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya) dalam pelaksanaan program atau perencanaan pendidikan, baik aspek kualitas maupun kuantitasnya, dan baik menyangkut aspek akademik-nonakademik. Perencanaan pendidikan juga berfungsi dalam menetapkan siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan dengan menempatkan seseorang dengan keahlian dan komposisi yang dimiliki sehingga tidak terjadi salah penempatan posisi yang tidak sesuai dengan keahlian seseorang, dengan tujuan agar semua pihak dapat menjalankan tugas atau fungsinya masing-masing dengan baik sehingga tujuan perencanaan pendidikan dapat tercapai ke arah yang baik.
4.      Untuk mewujudkan proses kegiatan dalam pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan. Dengan perencanaan pendidikan yang menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai dengan keahlian, hal ini akan memberikan keuntungan dikarenakan dapat memaksimalkan biaya dengan membayar seorang pegawai dari hasil rekrut yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang akan menyebabkan kualitas dari pekerjaan akan baik.
5.      Untuk meminimalkan terjadinya beragam kegiatan yang tidak produktif dan tidak efisien, baik dari segi biaya, tenaga dan waktu selama proses layanan pendidikan. Dengan perekrutan peagawai yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dapat menghindari kegiatan atau pekerjaan yang tidak produktif dan tidak efisien dalam memanfaatkan sumberdaya, biaya yang di keluarkan pun sesuaikan dengan anggaran, tenaga dan waktu yang diperlukan dilakukan dengan efektif dan efisien
6.      Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh (integral) dan khusus (spefisik) tentang jenis kegiatan atau pekerjaan bidang pendidikan yang harus dilakukan. Dalam perencanaan pendidikan dapat mendiskripsikan proses dari seluruh rangkaian yang dilakukan dalam melaksanakan perencanaan pendidikan baik secara umum dan khusus. Hal ini akan memberikan keuntungan dalam mempersiapkan semua yang dibutuhkan dan apa saja yang mempengaruhi, manfaat dalam penerapan perencanaan pendidikan
7.      Untuk menyerasikan atau memadukan beberapa sub pekerjaan dalam suatu organisasi pendidikan sebagai ‘suatu sistem. Pentingnya perencanaan pendidikan dapat menghubungkan dari semua sub pekerjaan yang berbeda tugas dan fungsinya, melalui perencanaan pendidikan semua sub pekerjaan tersebut dapat sailing dihubungkan dan saling terkait dan membutuhkan dalam pencapaian tujuan sehingga semua menjadi satu kesatuan suatu sistem.
8.      Untuk mengetahui beragam peluang, hambatan, tantangan dan kesulitan yang dihadapi organisasi pendidikan. Dengan melakukan perencanaan pendidikan,pelaku pendidikan dapat menganalisis peluang, hambatan, tantangan dan kesuliatan melalui analisis SWOT. Dalam analisis SWOT terdapat faktor dominan dan faktor penghambat, faktor dominan seperti kekuatan dan peluang yang dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung dalam mendukung tercapainya tujuan. Sedangkan faktor penghambat yaitu kelemahan dan tantangan, faktor ini juga mempengaruhi dalam proses pelaksanaan pencapaian tujuan, apabila tidak direspon dengan baik faktor penghambat ini akan menghasilkan resiko yang fatal dalam tercapainya tujuan perencanaan pendidikan.
9.       Untuk mengarahkan proses  pencapaian tujuan pendidikan  



E.     PENGERTIAN PENDIDIKAN MENURUT PARA AHLI
Pada dasarnya pengertian pendidikanUU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 )
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Menurut kamus Bahasa Indonesia
Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu:
Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Menurut UU No. 20 tahun 2003
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Menurut H. Horne,
adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.












BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Jadi, definisi perencanaan pendidikan apabila disimpulkan dari beberapa pendapat tersebut, adalah suatu proses intelektual yang berkesinambungan dalam menganalisis, merumuskan, dan menimbang serta memutuskan dengan keputusan yang diambil harus mempunyai konsistensi (taat asas) internal yang berhubungan secara sistematis dengan keputusan-keputusan lain, baik dalam bidang-bidang itu sendiri maupun dalam bidang-bidang lain dalam pembangunan, dan tidak ada batas waktu untuk satu jenis kegiatan, serta tidak harus selalu satu kegiatan mendahului dan didahului oleh kegiatan lain.Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan pula bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.

B.   KRITIK DAN SARAN
Demikian makalah yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada saya.
Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena saya adalah hamba Allah yang tak luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.

















DAFTAR PUSTAKA



PENGAWASAN ATAU PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

MAKALAH


PENGAWASAN ATAU PENGENDALIAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN





















                    oleh :
                              SUHENDAR


PENDIDIKAN SASTRA DAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS FKIP
UNIVERSITAS MATHL’AUL ANWAR
2014

DAFTAR ISI


JUDUL
DAFTAR ISI ..........................................................................................        i

BAB I    PENDAHULUAN
               A.  Latar Belakang ...................................................................       1
               B.  Rumusan Masalah ..............................................................       1
BAB II   PEMBAHASAN
A.    Konsep Pengawasan ..........................................................        2
B.     MaKsud dan tujuan pengawaan .........................................        3
C.     Macam – Macam Pengawasan ..........................................        4
D.    Proses Pengawasan ............................................................        5
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ........................................................................        6
B.     Saran dan Kritik.................................................................        6

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................        7







BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG

Proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan kegiatan organisasi, oleh karena itu setiap pimpinan harus dapat menjalankan fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi manajemen. Dengan demikian peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana.

  1. RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana konsep pengawasan ?
2.      Baga mana pengawasan dalam APBD ?
3.      Bagaimana peran DPRD Dalam pengawasan APBD ?














BAB II
PEMBAHASAN

  1. KONSEP PENGAWASAN

Istilah pengawasan dalam bahasa Indonesia asal katanya adalah “awas” sedangkan dalam bahasa inggris di sebut controlling yang di terjemahkan dengan istilah pengawasan dan pengendalian, sehingga istilah controlling lebih luas artinya dari padfa pengawasan. Akan tetapi di kalangan ahli atau sarjana telah di samakan pengertian “controlling” ini dengan pengawasan. Jadi pengawasan adalah pengendalian, pengendalian mengandung arti mengarahkan, memperbaiki, kegiatan, yang salah arah dan meluruskannya menuju arah yang benar.

















  1. MAKSUD DAN TUJUAN PENGAWASAN

            Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan dan untuk mencapai tujuan dari pemerintah yang telah di rencanakan maka perlu ada pengawasan, karena dengan pengawasan tersebut, maka tujuan yang aan di capai dapat di lihat dengan berpedoman rencana yang telah di tetapkan terlebih dahulu oleh pemerintah. Dengan demikian pengawasan itu sangat penting dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas pemerintahan, sehingga pengawasan di adakan dengan maksud untuk:
    1. Mengetahui jalannya pekerjaan, apakah lancer atau tidak
    2. Memperbaiki kesalahan –kesalahan yang di buat oleh pegawai dan mengadaan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan – kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan yang baru
    3. Mengetahui pelakanaan kerja sesuai dengan program seperti yang telah di tentukan dalam planning atau tidak berkaitan dengan pengawasan,
Di etahui bahwa pada pokoknya tujuan pengawasan adalah
“ membandingkan antara pelaksanaan dan rencana serta intruksi yang telah di buat, untuk mengetahui ada tidaknya kesulitan, kelemahan atau kegagalan serta efisiensi dan efektifitas kerja dan untuk mencari jalaan keluar apabila ada kesulitan, kelemahan dan kegagalan atau dengan kata lain di sebut korektif









  1. MACAM-MACAM PENGAWASAN

            Dalam hal pengawasan dapat di klasifikasikan macam-macam pengawasan berdasarkan berbagai hal yaitu:
    1. Pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung
    2. Pengawasan preventif dan pengawasan represif
    3. Pengawasan intern dan pengawasan exstern
Macam – macam pengawasan ini didasarkan pada pengklasifikasian pengawasan. Disamping itu pula ada beberapa macam pengawasan di lihat dari bidang pengawasannya yaitu
1.      Pengawasan anggaran [ budgetary control ]
2.      Pengawasan biaya [ cost control ]
3.      Pengawasan barang inventaris [ inventory control ]
4.      Pengawasan produsi [production control]
5.      Pengawasan jumlah hasil kerja [quality control ]





















  1. PROSES PENGAWASAN

            Proses pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan kegiatan organiisasi, oleh karena itu setiap pimpinan harus dapat menjalankan fungsi pengawasan sebagai salah satu fungsi managemen.
            Fungsi pengawasan yang di lakukan oleh pimpinan organisasi terhadap setiap pegawai yang berada dalam organisasi adalah wujud dari pelaksanaan fungsi administrasi dari pimpinan organisasi terhadap para bawahan. Serta mewujudkan peningkatan efektifitas, efisiensi, rasionalitas, dan ketertiban dalam pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas organisasi.
            Pengawasan yang di lakukan oleh pimpinan organisasi aan memberikan implikasi terhadap pelaksanaan rencana aan baik jika pengawasan di lakukan secara baik, dan tujuan baru dapat di ketahui tercapai dengan baik atau tidak setelah proses pengawasan dilakukan. Dengan demikian peranan pengawasan sangat menentukan baik buruknya pelaksanaan suatu rencana.














BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

      Istilah pengawasan dalam bahasa Indonesia asal katanya adalah “awas” sedangan dalam bahasa inggris di sebut controlling yang di terjemahkan dengan istilah pengawasan dan pengendalian, sehingga istilah controllina lebih lias artinya dari pada pengawasan. Aan etapi dikalangan ahli atau sarjana telah di samakan pengertian “ controlling “ ini dengan pengawasan.
      Pengawasan mengacu pada tindaan atau kegiatan yang di lakukan di luar pihak ekseutif untuk menjamin di laksanakannya system dan kebijakn managemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.






B.   Saran Dan KritiK
      Penulis sangat berterimakasih atas sokongan dan masukan pembaca dan pengamat tulisan ini. Namun penulis menyadari bahwa karya ini masih sangat jauh dari kesempurnaan dan terlebihnya memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu penulis mengharapkan pembaca dan pengamat mau kiranya memberikan pendapat, kritikan atau sarannya demi kemajuan karya tulis selanjutnya yang ingin di capai penulis.


DAFTAR PUSTAKA

1.      Victor M. Situmorang, aspek hukum pengawasan melekat, Jakarta: PT.RINEKA CIPTA, 1994
2.      Titik triwulan T,hukum tata usaha Negara dan hukum acara peradilan tata usaha Negara Indonesia, Jakarta: PRENADA MEDIA GROUP, 2011
3.      BN. Marbun, DPRD Pertumbuhan, masalah dan masa depannya, Jakarta: ERLANGGA, 1993, HLM
4.      PHILIPS, pengantar hukum administrasi Indonesia, Yogyakarta: UGM, 1999
5.      Tutik triwulan tutik dan ismu gunadi widodo, hukum tata usaha Negara dan hukum acara peradilan tata usaha Negara Indonesia, Jakarta: KENCANA, 2011


Aktualisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Problematika pendidikan yang dirasakan dalam pendidikan agama Islam
selama ini adalah adanya kesenjangan antara pendidikan agama dengan prilaku
peserta didik yang menyimpang dengan nilai-nilai agama yang pernah di ajarkan
disekolah. Problem tersebut muncul diakibatkan oleh budaya orientasi
pembelajaran yang kurang tepat. Sehingga siswa hanya bisa mendapat konstribusi
berupa pengayaan materi pelajaran saja, tanpa memahami dan mengetahui serta
melaksanakan secara langsung essensi yang ada dalam materi tersebut. Dalam
proses pembelajaran pendidikan agama Islam, aktualisasi nilai-nilai Islam dalam
keseharian kegiatan belajar mengajar menjadi hal yang sangat urgen. Karena
dengan penanaman itulah sebenarnya akan mengefektifkan pembelajaran dan
akan mengetahui arah tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan bersama. Oleh
karena itu salah satu cara untuk mewujudkan tujuan dari pembelajaran agar selain
siswa memahami materi pelajaran, siswa langsung bisa mengaktualisasikan nilai
yang ada dalam materi pelajaran tersebut. Melihat wacana yang ada maka peneliti
tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Aktualisasi Nilai-Nilai Islam
Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Adapun Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: 

(1) Bagaimanakah
pemahaman guru pendidikan agama Islam terhadap nilai-nilai Islam dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam ?.
(2) Bagaimanakah aktualisasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran pendidikan
agama Islam?. 

(3) Bagaimanakah faktor
pendukung dan faktor penghambat dalam aktualisasi nilai-nilai Islam ?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualiatif dan teknik pengumpulan
data yang di gunakan adalah dokumentasi, observasi, dan interview. Data yang
diperoleh di analisis dan dalam proses analisis terbagi atas tiga komponen yaitu
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (menarik kesimpulan).
Berdasarkan dengan data yang peneliti peroleh, maka peneliti dapat
menyimpulkan sebagai berikut:


(1) (a) Bahwa Nilai-nilai Islam merupakan sebuah
essensi baik berupa sikap, prilaku, dan pribadi yang bersumber dari Al-Qur’an dan
Hadist yang di aktualisasikan dalam pembelajaran (b) Nilai-nilai Islam dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam termanifestasikan dalam bentuk kejujuran,
kedisiplinan, dan tanggung jawab yang di miliki oleh guru maupun siswa itu
sendiri, serta aplikasi secara langsung dari materi yang di sampaikan yang
kemudian di bawa dalam prilaku sehari-hari,

(2) Aktualisasi nilai-nilai Islam
dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dapat terlaksana dengan baik dan efektif. Hal itu ditunjukkan bahwa
adanya kerjasama yang baik dan saling mendukung antara guru dengan siswa,
siswa dengan siswa terhadap aktualisasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran
pendidikan agama Islam. Dan bentuk nilai-nilai Islam yang di aktualisasikan
adalah; (Mengaji Al-Qur'an, Performent guru: meliputi berbusana, sikap dan
prilaku guru, interaksi secara langsung guru dengan siswa di dalam kelas.
Performen siswa meliputi: sikap disiplin, tanggung jawab, serta kejujuran siswa
dalam mengikuti pembelajaran, dan terahir adalah Shalat dhukha). 


(3) Aktualisasi
nilai-nilai Islam dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sangat di dukung
oleh kebijakan Kepala Madrasah yang bersifat Arif dan
Bijaksana dalam mengemban amanahnya dalam memimpin Madrasah ini. Selain
itu beberapa faktor pendukung lainnya adalah: (Pengelolaan Madrasah yang
cukup baik, Sarana dan prasarana yang memadai, dan adanya interaksi yang bagus
antara madrasah sendiri dengan orang tua siswa). Adapun faktor dan kendala yang
di hadapi dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Islam tersebut diantaranya adalah:
(Latar belakang/backroond) siswa yang berbeda-beda, dan pemahaman sebagian
kecil dari siswa yang kurang terhadap aktualisasi nilai-nilai Islam dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam).
Dengan adanya aktualisasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran
pendidikan agama Islam dapat membentuk kepribadian siswa yang tidak hanya
menguasai ilmu pengetahuan umum saja, akan tetapi handal dan terdepan dalam
khazanah keislaman. Serta perlu di kembangkan pada penelitian lebih lanjut
tentang aktualisasi nilai-nilai Islam dalam dunia pendidikan. Sehingga nilai-nilai
Islam tidak hanya dilaksanakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam saja,
akan tetapi dapat diaktualisasikan juga pada materi pembelajaran secara langsung.
Dari situlah nantinya dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan yang dicitacitakan.